Bagaimana Pesawat Dapat Terbang

Kontributor : Bagas Tegar Ramadhan

Ini Penjelasan Mengapa Pesawat Bisa Terbang | omkepo.com – Pasti kamu pernah dung terkagum-kagum, kok bisa ya pesawat sebesar itu dengan bobot berton-ton bisa terbang? Sebagaimana kita ketahui, di permukaan bumi ini setiap benda yang bobotnya lebih berat dari udara (heavier than air) pasti akan jatuh ke permukaan bumi karena adanya gaya gravitasi. Agar suatu benda tetap berada pada tempatnya dan tidak jatuh ke bumi, dibutuhkan suatu Gaya (Force) sebesar gaya gravitasi (G-Force) yang mempengaruhi benda tersebut, yang dalam kehidupan sehari-hari kita sebut dengan Bobot (Weight). Hal ini juga berlaku pada sebuah pesawat terbang. Agar sebuah pesawat terbang bisa tetap berada di udara, tidak jatuh ke bumi, dibutuhkan sebuah Gaya Angkat (lift) yang lebih besar dari Gaya Gravitasi yang bekerja pada pesawat tersebut. Lalu bagaimana gaya angkat tersebut bisa tercipta? Gaya-gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang terdiri atas : Gaya Dorong (Thrust) yang mendorong pesawat ke depan. Gaya Hambat (Drag) yang arahnya ke belakang pesawat, berlawanan dengan gaya dorong. Gaya Angkat (Lift) yang mengangkat pesawat ke atas. Gaya Gravitasi yang bekerja pada pesawat sehingga menimbulkan Bobot (Weight) yang arahnya selalu ke bawah, ke pusat bumi. Ini Penjelasan Mengapa Pesawat Bisa Terbang Lalu agar pesawat dapat terbang (mengudara) melawan gaya gravitasi bumi, maka harus ada gaya yang lebih besar dari gaya gravitasi (bobotnya) yang bekerja pada pesawat itu. Gaya untuk melawan gaya gravitasi (weight) pada pesawat adalah gaya angkat (lift) yang dihasilkan oleh sayap akibat adanya gaya dorong (thrust) dari mesin (engine) pesawat, baik dari jenis baling-baling (propeller) atau pun jenis jet (propulsion jet) yang besarannya harus jauh lebih besar dari gaya hambat (drag). Karena gaya dorong (thrust) yang berasal dari mesin pesawat jauh lebih besar dari gaya hambat (drag), maka pesawat akan terdorong maju ke depan dengan kecepatan tertentu. Hal ini menimbulkan gaya aerodinamik pada sayap yang bentuknya dirancang sedemikian rupa (Aerofoil) – lekukannya mirip seperti sayap burung – sehingga dapat menimbulkan gaya angkat (lift) pada sayap dan juga pada badan pesawat secara keseluruhan. Baca Juga: Ukuran Tas / Koper Yang Diperbolehkan di Bagasi Kabin Pesawat Mengapa Pesawat Tidak Pernah Tersambar Petir? Inilah Alasan Mengapa 10 Hal Ini Dilarang di Dalam Pesawat Gaya angkat pada sayap timbul karena adanya perbedaan kecepatan aliran udara pada sayap bagian atas dan di bagian bawah sayap. Akibat perbedaan kecepatan aliran udara ini menimbulkankan gaya angkat (lift) ke atas sesuai dengan Hukum Bernouli. Hukum Bernoulli tentang aliran dan tekanan udara (sumber : http://www.e-dukasi.net). Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara. Pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara. Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari pada sisi bagian bawahnya. Gambar di bawah adalah bentuk penampang sayap yang disebut dengan aerofoil. Ini Penjelasan Mengapa Pesawat Bisa Terbang Aerofil, konstruksi penampang pesawat yang mengakibatkan perbedaan tekanan udara pada sayap bagian atas dan bagian bawah sehingga menimbulkan gaya angkat (lift). Agar pesawat dapat dikendalikan sesuai keinginan dan dapat terbang sesuai tujuan, maka pesawat dilengkapi dengan Perangkat Kendali (Control Device) yaitu Elevator, Rudder dan Aileron yang dikendalikan oleh pilot dari ruang kendali (Cockpit). Ini Penjelasan Mengapa Pesawat Bisa Terbang Nah sekarang sudah paham kan ya mengapa pesawat terbang bisa terbang..

Topik Turunan

NU-200 Sikumbang

05:53 NU-200 Sikumbang

Jenis-jenis Teknik Pengambilan Objek (CAmera Angle) dalam Fotografi oleh: Noviana Krisbiyanti SMKN 7 Surakarta

02:02 Jenis-jenis Teknik Pengambilan Objek (CAmera Angle) dalam Fotografi oleh: Noviana Krisbiyanti SMKN 7 Surakarta

Komponen Pengendali Elektromagnetik

02:00 Komponen Pengendali Elektromagnetik

Fasilitasi Guru Terampil TIK Manado

00:46 Fasilitasi Guru Terampil TIK Manado

Mengukur Tekanan Pompa Bahan Bakar Sepeda Motor Injeksi

01:54 Mengukur Tekanan Pompa Bahan Bakar Sepeda Motor Injeksi

KRU Film

01:50 KRU Film

Pengenalan Layout dan Desain Grafis

01:25 Pengenalan Layout dan Desain Grafis

Mengenal Beberapa Teknik Pengambilan Gambar

06:15 Mengenal Beberapa Teknik Pengambilan Gambar

Keselamatan Kerja

00:42 Keselamatan Kerja

kendaraan bermotor

00:24 kendaraan bermotor

0 Komentar

Masuk dulu sebelum memberi komentar
05:53 NU-200 Sikumbang
NU-200 Sikumbang Teknologi 82.624 1 Tahun Lalu
56 1 0
02:00 Komponen Pengendali Elektromagnetik
Komponen Pengendali Elektromagnetik Teknologi 59.972 1 Tahun Lalu
10 0 0
00:46 Fasilitasi Guru Terampil TIK Manado
Fasilitasi Guru Terampil TIK Manado Teknologi 47.968 1 Tahun Lalu
7 0 0
01:54 Mengukur Tekanan Pompa Bahan Bakar Sepeda Motor Injeksi
Mengukur Tekanan Pompa Bahan Bakar Sepeda Motor Injeksi Teknologi 89.284 9 Bulan Lalu
21 0 0
01:50 KRU Film
KRU Film Teknologi 87.952 10 Bulan Lalu
2 0 0
01:25 Pengenalan Layout dan Desain Grafis
Pengenalan Layout dan Desain Grafis Teknologi 90.616 1 Tahun Lalu
6 0 0
06:15 Mengenal Beberapa Teknik Pengambilan Gambar
Mengenal Beberapa Teknik Pengambilan Gambar Teknologi 78.628 1 Tahun Lalu
3 0 0
00:42 Keselamatan Kerja
Keselamatan Kerja Teknologi 85.288 11 Bulan Lalu
3 0 1
00:24 kendaraan bermotor
kendaraan bermotor Teknologi 66 1 Tahun Lalu
59 0 0