Budaya Suku Toraja

Kontributor : Reynaldi Worotikan

Suku Toraja merupakan salah satu suku yang mendiami atau berasal dari pegunungan bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan, suku ini masih memegang erat budaya serta adat istiadat para leluhurnya hingga sekarang, untuk lebih lanjutnya silahkan nonton di video berikut.

Topik Turunan

Penekanan Karakter

02:38 Penekanan Karakter

Pabangbon

01:10 Pabangbon

Pulau seribu

01:12 Pulau seribu

MAKANAN KHAS PRABUMULIH

01:19 MAKANAN KHAS PRABUMULIH

TAHAP DESAIN KEMASAN

01:57 TAHAP DESAIN KEMASAN

cara membuat boneka salju dari kain perca

06:15 cara membuat boneka salju dari kain perca

Family Traveling

00:54 Family Traveling

Nasi Padang

01:26 Nasi Padang

Bola Basket

03:25 Bola Basket

Seni art

01:06 Seni art

2 Komentar

  • Eksplorasi kebudayaan Indonesia Hai namaku reynaldi raphael worotikan, kali ini saya akan membahas tema “eksplorasi kebudayaan Indonesia” dan kali ini saya akan mengeksplore kebudayaan dari salah satu suku yang berasal dari Pulau sulawesi, yakni suku Toraja. Suku toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara provinsi Sulawesi Selatan. Suku ini terpusat di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Mamasa. Kebudayaan suku toraja yang populer dimasyarakat adalah adat pemakamannya yang terbilang unik. Kebudayaan yang lain pun tidak kalah menariknya. Karena keunikan tersebutlah Toraja banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Pertama, keunikan suku toraja terletak pada bentuk rumah adatnya yang disebut Tongkonan. Keunikannya terletak pada bentuk atapnya yang beberapa orang mengatakan seperti bentuk Perahu, lalu Keunikan selanjutnya terletak pada Hiasan dindingnya yang diukir dan memiliki 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Warna hitam melambangkan kematian, warna merah melambangkan kehidupan, warna kuning melambangkan anugerah/ kekuasaan Tuhan, dan warna putih melambangkan kebersihan dan kesucian. Keunikan selanjutnya dari Tongkonan adalah hiasan tanduk kerbau ynag dipasang diseuah tiang yang diletakkan didepan Tongkkonan dan melambangkan kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak jumlah tanduk maka semakin tinggi strata sosial keluarga pemilik tongkonan tersebut. Kedua, keunikan suku toraja terletak pada upacara kematian yang biasa disebut Rambu solo’. Melalui upacara inilah bisa disaksikan bahwa masyarakat suku toraja sangat menghormati leluhurnya. Ada beberapa rangkaian acara yang banyak menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara dalam upacara ini, seperti prosesi Ma’palao atau Ma’pasonglo yang merupakan prosesi perarakan jenazah dari area upacara (Tongkonan) ke kompleks pemakaman. Selanjutnya ada pertunjukan beberapa tarian adat seperti Pa’badong, Pa’dondi, dan pa’randing. Setelah itu adala pertunjukan adu kerbau yang biasa disebut Pa’silaga tedong, prosesi terakhir yang banyak menarik perhatian yakni prosesi penyembelihan tedong atau kerbau sebagai hewan kurban, nah tanduk kerbau hasil penyembelihan inilah yang nantinya di tempatkan di depan Tongkonan. Kerbau yang akan disembelih harganya berkisar 20 juta hingga ratusan juta rupiah. Ehh sekedar info nih pada saat penyembelihan kerbau, kerbau disembelih dengan cara menebas leher kerbau... ya ditebas, dan si exekutor dapat dibilang hebat apabila dapat menjatuhkan kerbau hganya denga satu kali tebasan. Next.... upacara ini bersifat wajib bagi keluarga yang ditinggalkan. Akan tetapi, biaya yang diperlukan bagi sebuah keluarga untuk menyelenggarakan ramu solo tidaklah sedikit, berkisar puluhan hingga milyaran rupiah. Oleh karena itu, upacara ini seringkali dilaksanakan beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah meninggalnya seseorang. Ketiga, keunikan suku toraja terletak pada musik dan tari-tariannya yang sangat beragam yang seringkali di tampilkan dalam acara atau upacara rambu tuka dan rambu solo. Tarian toraja yang paling populer adalah tarian Ma’Gellu. Tarian ini ditarikan oleh para remaja putri pada upacara yang bersifat bahagia seperti panen, penyambutan tamu dan Acara perkawinan. Pada tarian ini terselip sebuah kebiasaan yakni Ma’Toding, Ma’toding atau biasaa orang kenal dengan istilah sawer merupakan apresiasi dari penonton kepada para penari karena sudah merasa terhebur dengan tarian tersebut. Tarian selanjutnya yang terkenal yakni Ma’badong, tarian ini merupakan tarian kedukaan. Penari membuat lingkaran dengan pakaian hitam atau bebas. Berbagai jenis langkah dan lagu silih berganti dilatunkan atau dinyanyikan selama pa’badong (penari) belum lelah. Dalam tarian ini, orang bebas masuk dan ikut Ma’Badong baik laki-laki maupun perempuan. Nyanyi-nyanyian yang dilatunkan berisi riwayat hidup orang yang meninggal biasanya bercerita tentang kebaikan almarhum semasa hidupnya.

Masuk dulu sebelum memberi komentar
02:38 Penekanan Karakter
Penekanan Karakter PenjaskesBud 91.948 10 Bulan Lalu
5 1 0
01:10 Pabangbon
Pabangbon PenjaskesBud 72 4 Bulan Lalu
1 0 0
01:12 Pulau seribu
Pulau seribu PenjaskesBud 59 4 Bulan Lalu
2 0 0
01:19 MAKANAN KHAS PRABUMULIH
MAKANAN KHAS PRABUMULIH PenjaskesBud 38.644 8 Bulan Lalu
5 0 0
01:57 TAHAP DESAIN KEMASAN
TAHAP DESAIN KEMASAN PenjaskesBud 71.96 9 Bulan Lalu
4 0 0
06:15 cara membuat boneka salju dari kain perca
cara membuat boneka salju dari kain perca PenjaskesBud 71.96 9 Bulan Lalu
5 1 0
00:54 Family Traveling
Family Traveling PenjaskesBud 57.308 9 Bulan Lalu
2 0 0
01:26 Nasi Padang
Nasi Padang PenjaskesBud 73 4 Bulan Lalu
3 0 0
03:25 Bola Basket
Bola Basket PenjaskesBud 80 3 Bulan Lalu
1 0 1
01:06 Seni art
Seni art PenjaskesBud 54 4 Bulan Lalu
2 0 0