Budaya Suku Toraja

Kontributor : Reynaldi Worotikan

Suku Toraja merupakan salah satu suku yang mendiami atau berasal dari pegunungan bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan, suku ini masih memegang erat budaya serta adat istiadat para leluhurnya hingga sekarang, untuk lebih lanjutnya silahkan nonton di video berikut.

Topik Turunan

Tata Kamera

02:52 Tata Kamera

Passing Bola basket

03:25 Passing Bola basket

KERAJINAN IKAT CELUP

04:57 KERAJINAN IKAT CELUP

Makna Cublak-Cublak Suweng

03:57 Makna Cublak-Cublak Suweng

Bantayo Poboide

05:27 Bantayo Poboide

Ragam Kuliner Indonesia

02:20 Ragam Kuliner Indonesia

Gunung Rocky

01:12 Gunung Rocky

Permainan Tradisional

08:49 Permainan Tradisional

Wisata Alam Bogor

01:34 Wisata Alam Bogor

Petak Umpet

03:17 Petak Umpet

2 Komentar

  • Eksplorasi kebudayaan Indonesia Hai namaku reynaldi raphael worotikan, kali ini saya akan membahas tema “eksplorasi kebudayaan Indonesia” dan kali ini saya akan mengeksplore kebudayaan dari salah satu suku yang berasal dari Pulau sulawesi, yakni suku Toraja. Suku toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara provinsi Sulawesi Selatan. Suku ini terpusat di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Mamasa. Kebudayaan suku toraja yang populer dimasyarakat adalah adat pemakamannya yang terbilang unik. Kebudayaan yang lain pun tidak kalah menariknya. Karena keunikan tersebutlah Toraja banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Pertama, keunikan suku toraja terletak pada bentuk rumah adatnya yang disebut Tongkonan. Keunikannya terletak pada bentuk atapnya yang beberapa orang mengatakan seperti bentuk Perahu, lalu Keunikan selanjutnya terletak pada Hiasan dindingnya yang diukir dan memiliki 4 warna dasar yaitu hitam, merah, kuning dan putih. Warna hitam melambangkan kematian, warna merah melambangkan kehidupan, warna kuning melambangkan anugerah/ kekuasaan Tuhan, dan warna putih melambangkan kebersihan dan kesucian. Keunikan selanjutnya dari Tongkonan adalah hiasan tanduk kerbau ynag dipasang diseuah tiang yang diletakkan didepan Tongkkonan dan melambangkan kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak jumlah tanduk maka semakin tinggi strata sosial keluarga pemilik tongkonan tersebut. Kedua, keunikan suku toraja terletak pada upacara kematian yang biasa disebut Rambu solo’. Melalui upacara inilah bisa disaksikan bahwa masyarakat suku toraja sangat menghormati leluhurnya. Ada beberapa rangkaian acara yang banyak menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara dalam upacara ini, seperti prosesi Ma’palao atau Ma’pasonglo yang merupakan prosesi perarakan jenazah dari area upacara (Tongkonan) ke kompleks pemakaman. Selanjutnya ada pertunjukan beberapa tarian adat seperti Pa’badong, Pa’dondi, dan pa’randing. Setelah itu adala pertunjukan adu kerbau yang biasa disebut Pa’silaga tedong, prosesi terakhir yang banyak menarik perhatian yakni prosesi penyembelihan tedong atau kerbau sebagai hewan kurban, nah tanduk kerbau hasil penyembelihan inilah yang nantinya di tempatkan di depan Tongkonan. Kerbau yang akan disembelih harganya berkisar 20 juta hingga ratusan juta rupiah. Ehh sekedar info nih pada saat penyembelihan kerbau, kerbau disembelih dengan cara menebas leher kerbau... ya ditebas, dan si exekutor dapat dibilang hebat apabila dapat menjatuhkan kerbau hganya denga satu kali tebasan. Next.... upacara ini bersifat wajib bagi keluarga yang ditinggalkan. Akan tetapi, biaya yang diperlukan bagi sebuah keluarga untuk menyelenggarakan ramu solo tidaklah sedikit, berkisar puluhan hingga milyaran rupiah. Oleh karena itu, upacara ini seringkali dilaksanakan beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah meninggalnya seseorang. Ketiga, keunikan suku toraja terletak pada musik dan tari-tariannya yang sangat beragam yang seringkali di tampilkan dalam acara atau upacara rambu tuka dan rambu solo. Tarian toraja yang paling populer adalah tarian Ma’Gellu. Tarian ini ditarikan oleh para remaja putri pada upacara yang bersifat bahagia seperti panen, penyambutan tamu dan Acara perkawinan. Pada tarian ini terselip sebuah kebiasaan yakni Ma’Toding, Ma’toding atau biasaa orang kenal dengan istilah sawer merupakan apresiasi dari penonton kepada para penari karena sudah merasa terhebur dengan tarian tersebut. Tarian selanjutnya yang terkenal yakni Ma’badong, tarian ini merupakan tarian kedukaan. Penari membuat lingkaran dengan pakaian hitam atau bebas. Berbagai jenis langkah dan lagu silih berganti dilatunkan atau dinyanyikan selama pa’badong (penari) belum lelah. Dalam tarian ini, orang bebas masuk dan ikut Ma’Badong baik laki-laki maupun perempuan. Nyanyi-nyanyian yang dilatunkan berisi riwayat hidup orang yang meninggal biasanya bercerita tentang kebaikan almarhum semasa hidupnya.

Masuk dulu sebelum memberi komentar
02:52 Tata Kamera
Tata Kamera PenjaskesBud 90.616 1 Tahun Lalu
4 0 0
03:25 Passing Bola basket
Passing Bola basket PenjaskesBud 80 1 Tahun Lalu
3 0 0
04:57 KERAJINAN IKAT CELUP
KERAJINAN IKAT CELUP PenjaskesBud 89.284 1 Tahun Lalu
3 0 0
03:57 Makna Cublak-Cublak Suweng
Makna Cublak-Cublak Suweng PenjaskesBud 0 9 Bulan Lalu
124 0 3
05:27 Bantayo Poboide
Bantayo Poboide PenjaskesBud 89.284 1 Tahun Lalu
94 5 10
02:20 Ragam Kuliner Indonesia
Ragam Kuliner Indonesia PenjaskesBud 80 1 Tahun Lalu
6 1 0
01:12 Gunung Rocky
Gunung Rocky PenjaskesBud 53 1 Tahun Lalu
6 0 0
08:49 Permainan Tradisional
Permainan Tradisional PenjaskesBud 0 8 Bulan Lalu
3 0 0
01:34 Wisata Alam Bogor
Wisata Alam Bogor PenjaskesBud 67 1 Tahun Lalu
8 0 0
03:17 Petak Umpet
Petak Umpet PenjaskesBud 81.292 1 Tahun Lalu
2571 4 33