Negeri Kincir Angin

Kontributor : Sigit Wiryawan Triwibowo

Belanda (bahasa Belanda: Nederland [?ne?d?r?l?nt] ( dengarkan)) adalah sebuah negara peserta Kerajaan Belanda, yang terdiri dari dua belas provinsi di Eropa Barat Laut, dan tiga pulau di Karibia. Kata Belanda dalam bahasa Indonesia adalah pinjaman yang cacat dari kosakata Portugis: holanda, olanda, wolanda, bolanda, dan terakhir menjadi belanda. Belanda Eropa berbatasan dengan Laut Utara di utara, dan barat, Belgia di selatan, dan Jerman di timur, dan berbagi perbatasan bahari[2] dengan Belgia, Jerman, dan Britania Raya. Belanda menganut demokrasi parlementer yang disusun sebagai negara kesatuan. Ibu kotanya adalah Amsterdam, sedangkan pusat pemerintahan, dan kedudukan monarkinya berada di Den Haag.[3] Belanda sebagai keseluruhan seringkali disebut "Holland", meskipun Holland Utara, dan Selatan hanyalah dua dari dua belas provinsinya. Nama resmi saat ini adalah Kerajaan Belanda. Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut,[4], dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.[5] Kenyataan yang unik ini terabadikan dalam namanya: Nederland (bahasa Belanda), yang artinya "negeri-negeri berdaratan rendah"; nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas, dan kurang terkontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir ekstraksi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan. Sejak akhir abad ke-16 reklamasi daratan dimulai; kemudian wilayah polder yang luas kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa. Sebagian besar wilayah Belanda dibentuk oleh estuaria tiga sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk delta Rhein-Maas-Schelde. Sebagian besar wilayah negara ini sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh, dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah.

Topik Turunan

"KEONG MAS" EDISI KAMIS PAHING

08:57 "KEONG MAS" EDISI KAMIS PAHING

Archery Lesson

03:55 Archery Lesson

Gudeg Jogja

02:20 Gudeg Jogja

Makna Cublak-Cublak Suweng

03:57 Makna Cublak-Cublak Suweng

Melestarikan Mata Pencaharian Tradisional

05:19 Melestarikan Mata Pencaharian Tradisional

Taman Wisata Bukit Lawang

02:09 Taman Wisata Bukit Lawang

Terapi ikan ciseeng

01:03 Terapi ikan ciseeng

Seni art

01:06 Seni art

Wisata Alam Bogor

01:34 Wisata Alam Bogor

Dribling Bola Basket

03:10 Dribling Bola Basket

0 Komentar

Masuk dulu sebelum memberi komentar
08:57 "KEONG MAS" EDISI KAMIS PAHING
"KEONG MAS" EDISI KAMIS PAHING PenjaskesBud 81.292 6 Bulan Lalu
4 1 0
03:55 Archery Lesson
Archery Lesson PenjaskesBud 73.3 10 Bulan Lalu
2 0 0
02:20 Gudeg Jogja
Gudeg Jogja PenjaskesBud 72 3 Bulan Lalu
5 0 0
03:57 Makna Cublak-Cublak Suweng
Makna Cublak-Cublak Suweng PenjaskesBud 0 1 Bulan Lalu
124 0 3
05:19 Melestarikan Mata Pencaharian Tradisional
Melestarikan Mata Pencaharian Tradisional PenjaskesBud 99.94 6 Bulan Lalu
84 6 18
02:09 Taman Wisata Bukit Lawang
Taman Wisata Bukit Lawang PenjaskesBud 59 5 Bulan Lalu
2 0 0
01:03 Terapi ikan ciseeng
Terapi ikan ciseeng PenjaskesBud 66 3 Bulan Lalu
24 0 0
01:06 Seni art
Seni art PenjaskesBud 54 5 Bulan Lalu
2 0 0
01:34 Wisata Alam Bogor
Wisata Alam Bogor PenjaskesBud 67 4 Bulan Lalu
8 0 0
03:10 Dribling Bola Basket
Dribling Bola Basket PenjaskesBud 80 4 Bulan Lalu
2 0 0